Kebersihan Indonesia = Sampah dimana-mana, Pencemaran.
Kehidupan Sosial = Banyak Kemiskinan, Pemukiman Kumuh, Macet, Pengangguran.
Perekonomian = Naik Turun.
Pemerintahan = Banyak Korupsi.
Yah begitulah.. kadang aku merasa tidak ingin lahir di Indonesia. Tetapi dalam pernyataan di atas ada yang paling menancap di pikiranku kapanpun yaitu Kebersihannya.
Kebersihan lingkungan Indonesia memang sangat memprihatinkan. Coba kita lihat di film-film barat atau mana sajalah yang bukan film Indonesia, pasti di semua adegan lingkungannya sangatlah bersih. Di jalanan tidak ada sampah apapun, tidak ada tempat sampah bau yang sampahnya menumpuk-numpuk, tidak ada becekan-becekan di tepi jalan semuanya bersih dan rapi. Setiap rumah juga bersih, penghuninya sudah tahu untuk membuang sampah di hari pembuangan sampah dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya organik dan non-organik, terbakar dan tidak terbakar, semua itu tidak ada di Indonesia.
Lalu baru saja aku melihat di WideShot Metro Tv tanggal 29 Mei 2013. Tentang Darurat Air di Indonesia. Diterangkan bahwa:
70 % air di Indonesia tercemar berat
100% air di perkotaan mengandung bakteri e-coli dan poliform
Mengapa begitu? Simpel saja, ini merupakan beberapa masalah yang di hadapi Indonesia :
- Warga selalu membuang sampah di sungai (alasan: tidak banyak tempat untuk pembuangan, yang penting sampah itu hilang dari hadapan mereka, mereka tidak berfikir ke depannya)
- Warga banyak yang membuat pemukiman liar, biasanya di tepi danau ataupun waduk (contoh: di waduk pluit banyak pemukiman warga sehingga wilayah waduk menyempit dan debit air danau berkurang karena timbunan lumpur di dasar danau. Tidak terkecuali pencemaran akibat limbah rumah tangga)
- Indonesia kurang bisa memanfaatkan air, bukan hanya air dari PDAM melainkan dari hujan. (Indonesia tidak memanfaatkan/menampung air saat musim hujan untuk cadangan di musim kemarau nanti, sehingga saat musim hujan malah menyebabkan banjir dan kerugian dimana-mana)
- Kurangnya penghematan air di dalam rumah (Dalam kehidupan sehari-hari di rumah, kita tentu menggunakan air tapi belum tentu menghematnya.
1. Pemakaian air kita :
Sikat gigi : dengan keran, 1 menit = 6 L
Dengan gelas = ½ L
WC flush : single flush = 6 L
dualflush = 3 L
untukbuang air kecil, tekan flushing kecil
untukbuang air besar tekan flushing besar
2. Cuci mobil: dengan ember =75 L
denganselang = 300 L
cucimobil/siram tanaman dengan selang selama 30 menit = 180 L
Mesin cuci : front loading = 100 L
toploading = 150 L
3. Cuci piring : keran (15 menit) = 90 L . baskom= 45 L
Keran / WC bocor, per hari membuang air sia-sia 100 L
Rata-rata pemakaian air di Indonesia, per orang per hari 144 L = 8 galon,
sedang di kota per orang per hari 250 L = 13 galon
4. Pemakaian toilet shower lebih irit air daripada gayung
" TANGKAP" AIR HUJAN dengan cara :
- buatsumur resapan atau sumur biopori
- buatbak penampung air hujan
- tanampohon
Tampung air hujan dan gunakan untuk menyiram tanaman, menyikat kamar mandi, mengepel, dll
MEMBUAT SUMUR BIOPORI
1. galilubang bentuk silinder, diameter 10 – 30 cm, kedalaman 80 – 100 cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal)
2. jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 50 – 100 cm
3. isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur, daun, rumput). Tambah terus sampah organik jika isi lubang berkurang akibat pembusukan
4. perkuat mulut lubang dengan memasukkan paralon (10 cm) dan pinggir mulut lubang disemen agar tidak longsor
5. tutup dengan "loster" atau tutup saluran WC agar tidak membahayakan anak-anak
Sumur biopori, cara mudah untuk :
1. mengatasi banjir karena meningkatkan daya resapan air
2.. mengatasi sampah karena dapat mengubah sampah organik menjadi kompos
3. mengurangi emisi dari kegiatan mengkompos sampah organik
4. menyuburkan tanah
5. mengatasi masalah timbulnya genangan air penyebab demam berdarah dan malaria
6. Hindari membuang air minum yang tersisa di gelas/botol. Gunakan untuk menyiram tanaman, mencuci tangan, dsb Usahakan menghabiskan minuman anda.
DARI BERBAGAI SUMBER (Departemen Pendidikan Rekonvasi Bhumi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar